Jumat, 06 Juni 2014

on

Bagi orang awam, memilih kontraktor untuk membangun rumah, tentu tidak mudah. Biasanya kita memilih berdasarkan kepercayaan. untuk kontraktor yang telah berbadan usaha, tentu kita akan mudah melihat pengalamannya, baik dari referensi orang yang kita kenal atau lewat portofolio dari kontraktor tersebut.
Tetapi bagaimana dengan kontraktor perseorangan.
Secara umum kontraktor perseoranan ini dibagi 3 tingkatan.
  1. tenaga ahli/insinyur yang freelance, bekerja sambilan
  2. bekas mandor yang pernah bekerja di perusahaan kontraktor besar (sebaiknya yang berpengalaman lebih dari 10 tahun)
  3. kepala tukang (tidak disarankan, karena banyak yang mengaku bisa membaca gambar kerja, tetapi di tengah jalan kesulitan)
Dalam membangun rumah tingggal tidak perlu perusahaan besar. Cukup ada tenaga ahli teknik sipil dan pekerjanya.
Setelah memilih kontraktor, kita menentukan sistemnya, borongan penuh atau harian. Borongan pun ada yang borongan penuh atau borongan tenaga saja. Pada umumnya kontraktor menginginkan borongan penuh (penggunaan jasa dan material). Ini karena profitnya lebih banyak. Selain itu jika pemberi tugas belanja material sendiri, biasanya pekerjaan bisa terlambat, karena masalah komunikasi atau kesibukan pemberi tugas.pada sistem borongan anda wajib memberi DP maksimal 30%. Akan lebih baik bila DP bisa 15-20%.



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar anda disini

LINTAS DIMENSI melayani jasa desain dan perhitungan anggaran bangunan (rumah) secara online dengan anggaran yang terbatas. dengan pengalaman team lebih dari 10 tahun, kami dapat membantu anda mewujudkan impian memiliki rumah impian anda. Info lebih lanjut Klik Disini